Pages

Labels

slide

5 Agustus 2012

SMA Al Muttaqin Kembali Mendominasi

SMA Al Muttaqin Tasikmalaya kembali menunjukan eksistensinya. Setelah pada hari jum’at (5/6) kemarin, SMA Al Muttaqin mampu menjadi Juara Umum dalam ajang Gema Ramadhan ke-3 yang diadakan oleh STMIK DCI Tasikmalaya se-Kota Tasikmalaya.
Acara Gema Ramadhan yang di adakan oleh STMIK DCI kali ini, merupakan yang ketiga kalinya. Setelah pada tahun sebelumnya pernah diadakan juga Gema Ramadhan yang pertama dan yang kedua. Menjadi salahsatu bukti kepedulian STMIK DCI terhadap generasi muslim.

17 Juni 2012

Dahlan Iskan : Kerja Keras (Pengalaman Bertemu Dahlan Iskan)

Kedatangan Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Kota Tasikmalaya pada hari Jum’at(8/6) lalu, mendatangkan kembali gairah tim jurnalistik Qsmart SMA Al Muttaqin Tasikmalaya untuk kembali mewawancarai para tokoh Negara.
Setelah mengetahui agenda Pak Dahlan selama di Tasikmalaya, ditentukanlah acara pagelaran wayang pada Jum’at (8/6) malam yang bertempat  di dekat Alun-alun Tasikmalaya yang akan dihadiri Pak Dahlan, sebagai target bertemu dengan Beliau dan menanyakan beberapa hal yang telah dipersiapkan.
Segala yang berhubungan dengan reportase kali ini pun dipersiapkan, dari mulai alat tuls, pertanyaan, kamera sampai perekam suara telah disiapkan. Ketika sudah ada instruksi dari Pak In In Kadarsolihin, selaku pembina kami, kami pun bergegas menuju TKP.

KIMIa


Sekitar satu jam setelah amanah itu sampai, ada sebuah bekal berharga dari salah seorang guru terbaik di sekolah terbaik, tentang criteria seorang pemimpin yang digambarkan Umar bin Khattab. Bekal berharga itu bertajuk KIMIa, sebuah akronim yang berarti kreatif, Inovatif, Motivatif dan Inspiratif. Berat memang memanggul sebuah amanah. Tapi, bukankah seorang pemimpin yang adil itu merupakan salah satu golongan yang akan Allah selamatkan di Hari Akhir kelak?. Meskipun menjadi adil itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi kita harus senantiasa berusaha dibarengi dengan do’a dan niat yang tulus karena Allah, dan setelah itu bertawakal biar Allah yang menentukan hasilnya.

Portugal Vs Belanda : dari Nusantara sampai Piala Eropa


Menang atau pulang menjadi pertaruhan bagi Portugal dan Belanda yang akan bertarung pada pertandingan terakhir fase penyisihan grup B euro 2012 Polandia-Ukraina, tepatnya hari Minggu (17/6) yang akan diselenggarakan di stadion Metalist Kharkiv, Ukraina.
Pertarungan Portugal dengan Belanda sudah menjadi sejarah tersendiri di dunia ini, terutama bagi Bangsa Indonesia. Indonesia,  yang waktu itu masih memiliki identitas Nusantara menjadi perebutan kedua Negara ini. Dengan limpahan rempah-rempah dan suburnya tanah juga kekayaan alam Nusantara ketika itu, membuat kedua Negara ini bertarung  untuk dapat menguasainya.
Portugal yang dipimpin oleh Alfonso d'Albuquerque sudah terlebih dahulu datang dan menjadi Negara Eropa pertama yang menguasai daerah Nusantara. Sementara itu pasukan Belanda yang dipimpin oleh Cornelis De Houtman datang dengan tujuan merebut daerah Nusantara yang ketika itu dikenal juga dengan sebutan “kepulauan rempah-rempah”.
Maluku yang menjadi daerah dengan rempah-rempah yang berlimpah menjadi perebutan kedua Negara Eropa tersebut.  Namun Belanda dapat mengalahkan Portugal dan merebut daerah Malaka dari jajahan Portugal dengan VOC-nya yang cukup kuat ketika itu.
Pertarungan pada masa itu terulang kembali.  Namun kali ini yang diperebutkan bukanlah kekuasaan melainkan tiga poin yang akan menentukan nasib keduanya pada penyelenggaraan euro kali ini.
Setelah mendapatkan hasil yang buruk pada pertandingan pertama ketika kalah dari Jerman, Portugal mampu membuktikan diri sebagai salahsatu tim unggulan di Euro kali ini, dengan mengalahkan Denmark pada pertandingan selanjutnya dengan skor  3-2 untuk Portugal yang sekaligus membuka jalan untuk dapat lolos ke fase selanjutnya.
Sementara itu, kemenangan menjadi hasil mutlak yang harus diraih Belanda. Belanda yang menjadi runner-up piala dunia 2010 kemarin belum bisa menunjukkan kualitas permainan terbaiknya pada euro kali ini. Mendapatkan dua kali kekalahan secara berturut-turut  masing-masing dari Denmark dan Jerman merupakan hasil yang buruk untuk tim sekelas Belanda.
Selain itu, hanya mampu menciptakan satu gol dari dua pertandingan menjadi PR  tersendiri bagi Belanda yang dihuni oleh top skorer liga Inggris dan Jerman. Sehingga  pertandingan kali ini menjadi penentuan bagi Belanda  untuk menentukan langkah selanutnya di euro kali ini.
Menurut hitungan matematika, Portugal memiliki keuntungan lebih dengan tiga poin yang dimilikinya. hasil imbang melawan Belanda sambil berharap Jerman mampu mengalahkan Denmark cukup membawa  Portugal lolos ke babak selanjutnya mendampingi Jerman yang menjadi Juara grup.
Sementara itu, tugas berat menghampiri Belanda yang harus memenangkan pertandingan melawan Portugal jika seri atau bahkan kalah maka Belanda harus siap menjadi tim selanjutnya yang pulang dari euro kali ini. Apalagi jika Denmark sukses menahan seri Jerman atau bahkan menang, maka peluang Belanda sudah tertutup.
Maka, akankah Portugal yang kini dipimpin oleh sang kapten Cristiano Ronaldo dapat membalas kekalahan pasukan Alfonso d'Albuquerque dan merebut tiket ke babak selanjutnya dengan keuntungan yang dimilikinya, ataukah kembali Belanda yang kini dipimpin oleh Mark Van Bommel dapat mengalahkan Portugal sekaligus meneruskan kejayaan pasukan Cornelis De Houtman dan membuka peluang menuju fase selanjutnya?.

2 Mei 2012

Resep Pemimpin ala Ki Hajar Dewantara



Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani - Ki Hajar Dewantara-




Sebuah quotes yang sangat inspiratif dan terkesan singkat, padat dan jelas juga sangat tegas dan lugas. Bukan hanya bagi para pemuda nampaknya lebih luas lagi bagi siapa saja yang memiliki hasrat menjadi pemimpin yang ideal. Apalagi bagi seorang pelajar yang masih mencari jati diri nya dan tentang hal apa yang dapat dijadikannya modal mengarungi hidup yang fluktuatif.
Tak terbantahkan lagi, kita selaku manusia adalah khalifah atau pemimpin di bumi ini. Baik pemimpin bagi diri sendiri, ataupun pemimpin bagi orang lain yang menjadi anggota kita. Cakupannya pun berbeda-beda tergantung bagaimana kemampuan kita juga kepercayaan yang dilimpahkan kepada kita.
Ironis memang sebagai makhluk yang diciptakan paling sempurna daripada makhluk lainnya, saat ini masih sering terjadi konflik yang dapat dikategorikan lebih buruk daripada binatang ternak. Pembunuhan, pemerkosaan, perampokan dansebagainya kini sudah tidak asing lagi terdengar. Yang paling ironis, pejabat negara yang memiliki amanah untuk menyejahterakan rakyat, terpuruk pada kepentingan pribadinya untuk menjadi seorang koruptor.
Disisi lain, para pemuda penerus bangsa terus menerus diintervensi agar dapat merubah keadaan bangsa kelak. Apakah memang hal itu timbul dari hati nurani yang bersih, ataukah hanya retorika belaka agar menjaga image pribadinya. Yang pasti setiap kebaikan itu akan dibalas kebaikan juga dan begitu pula sebaliknya.
Sebagai seorang pelajar harapan bangsa, diam ataupun abstain kini sudah bukan lagi hal yang bijak. Jika memang bisa melakukan suatu perubahan maka kini saatnya hal itu dilakukan walaupun memang kecil. Yang pasti bukan berarti kita tidak diperbolehkan untuk diam ataupun abstain, jika memang kita tidak dapat melakukan perubahan yang baik bagi yang lain maka diam menjadi sikap yang bisa diambil meskipun tetap kebaikan harus kita lakukan. Begitu juga jika kita belum dapat mencegah keburukan, maka jangan melakukan keburukan itu.
Melihat keadaan yang seperti inI, maka resep pemimpin ala Ki Hajar Dewantara yang terrepresentasikan dalam quotes diatas perlu diaplikasikan. 
Jika memang kita berada didepan maka kita harus memberi tauladan yang baik bagi yang lain. –ing ngarso sun tulodo­- Jika memang kita berada ditengah kita harus dapat berbaur dan menggugah semangat terhadap sesama. –ing madya mbangun karso- Jika memang suatu saat kita berada dibelakang, maka kita harus memberi dorongan bagi sesama agar tetap semangat dalam melakukan kebaikan. –tut wuri handayani-
Maka jika ketiga hal tersebut dapat sama-sama kit aplikasikan, maka menjadi negara yang maju, sejahtera, adil, aman dan sentosa tidak menjadi ekspektasi belaka.


15 April 2012

sedikit tentang...



                Dini hari itu nampaknya menjadi salah satu waktu yang paling istimewa bagi sepasang suami istri, yang bahkan masih terhitung muda yang tinggal di suatu kampung di Kota Tasikmalaya. Pasalnya, anak pertama buah perkawinan mereka kini telah lahir. Tepatnya tanggal 23 Agustus  1995 sekitar pukul 23.50 WIB.  Kemudian mereka sepakat memberikan nama sekaligus do’a bagi si bayi mungil itu Fawaz Muhammad Sidiqi yang dapat diartikan pemenang yang benar. Lengkapnya, benar dalam ucapannya, benar dalam akhlaknya, yang berjuang pada  jalan yang benar dan mendapatkan kebahagiaan aatau kemenangan yang benar(baca: surga).
                Sekitar 3 tahun kemudian, bayi yang beranjak menjadi balita itu pun didaftarkan sebagai seorang siswa TK Riyadlushshorfiyyah sebagai langkah awal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar dapat merealisasikan do’anya itu. Di TK ini, mulailah terlihat bakat dan potensi balita tersebut yang terrepresentasikan dari nilai sang balita tersebut. Setelah hampir 2 tahun bercengkrama dan belajar di dunia TK, mereka pun sependapat untuk tetap menyekolahkan anak pertamanya itu ke sekolah yang berada masih tidak jauh dari rumahnya. Sebuah sekolah yang menjadi sekolah kedua orang tuanya juga. Bahkan, Kakek balita tersebut merupakan mantan kepala sekolah sekolah tersebut. Pantaslah, sekolah itu tidak terlalu asing baginya. Sekolah itu bernama Madrasah Ibtidaiyyah(MI)  Persatuan Umat Islam (PUI) Awiluar. Di sekolah tersebut, bakat dan potensi anak tersebut semakin hari, semakin terasah. Ini kembali terbukti dari selama 6 tahun anak tersebut bersekolah di MI tersebut, hanya satu kali absen sebagai peringkat ke-1 di kelas juga angkatannya.

5 Januari 2012

Nyanyian PSSI

tak perlu kau tanya lagi
siapa pemilik PSSI
kau tahu...
Indonesia

semuanya telah dia beri
dengan kesungguhan hati
untuk PSSI..
untuk PSSI

tolong lihat kami
jawab pertanyaan kami

Mau dibawa kemana PSSI kita...
jika kau terus menunda-nunda
tanpa ada kompetesi pasti

Mau dibawa kemana PSSI kita