Pages

Labels

slide

2 Mei 2012

Resep Pemimpin ala Ki Hajar Dewantara



Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani - Ki Hajar Dewantara-




Sebuah quotes yang sangat inspiratif dan terkesan singkat, padat dan jelas juga sangat tegas dan lugas. Bukan hanya bagi para pemuda nampaknya lebih luas lagi bagi siapa saja yang memiliki hasrat menjadi pemimpin yang ideal. Apalagi bagi seorang pelajar yang masih mencari jati diri nya dan tentang hal apa yang dapat dijadikannya modal mengarungi hidup yang fluktuatif.
Tak terbantahkan lagi, kita selaku manusia adalah khalifah atau pemimpin di bumi ini. Baik pemimpin bagi diri sendiri, ataupun pemimpin bagi orang lain yang menjadi anggota kita. Cakupannya pun berbeda-beda tergantung bagaimana kemampuan kita juga kepercayaan yang dilimpahkan kepada kita.
Ironis memang sebagai makhluk yang diciptakan paling sempurna daripada makhluk lainnya, saat ini masih sering terjadi konflik yang dapat dikategorikan lebih buruk daripada binatang ternak. Pembunuhan, pemerkosaan, perampokan dansebagainya kini sudah tidak asing lagi terdengar. Yang paling ironis, pejabat negara yang memiliki amanah untuk menyejahterakan rakyat, terpuruk pada kepentingan pribadinya untuk menjadi seorang koruptor.
Disisi lain, para pemuda penerus bangsa terus menerus diintervensi agar dapat merubah keadaan bangsa kelak. Apakah memang hal itu timbul dari hati nurani yang bersih, ataukah hanya retorika belaka agar menjaga image pribadinya. Yang pasti setiap kebaikan itu akan dibalas kebaikan juga dan begitu pula sebaliknya.
Sebagai seorang pelajar harapan bangsa, diam ataupun abstain kini sudah bukan lagi hal yang bijak. Jika memang bisa melakukan suatu perubahan maka kini saatnya hal itu dilakukan walaupun memang kecil. Yang pasti bukan berarti kita tidak diperbolehkan untuk diam ataupun abstain, jika memang kita tidak dapat melakukan perubahan yang baik bagi yang lain maka diam menjadi sikap yang bisa diambil meskipun tetap kebaikan harus kita lakukan. Begitu juga jika kita belum dapat mencegah keburukan, maka jangan melakukan keburukan itu.
Melihat keadaan yang seperti inI, maka resep pemimpin ala Ki Hajar Dewantara yang terrepresentasikan dalam quotes diatas perlu diaplikasikan. 
Jika memang kita berada didepan maka kita harus memberi tauladan yang baik bagi yang lain. –ing ngarso sun tulodo­- Jika memang kita berada ditengah kita harus dapat berbaur dan menggugah semangat terhadap sesama. –ing madya mbangun karso- Jika memang suatu saat kita berada dibelakang, maka kita harus memberi dorongan bagi sesama agar tetap semangat dalam melakukan kebaikan. –tut wuri handayani-
Maka jika ketiga hal tersebut dapat sama-sama kit aplikasikan, maka menjadi negara yang maju, sejahtera, adil, aman dan sentosa tidak menjadi ekspektasi belaka.


15 April 2012

sedikit tentang...



                Dini hari itu nampaknya menjadi salah satu waktu yang paling istimewa bagi sepasang suami istri, yang bahkan masih terhitung muda yang tinggal di suatu kampung di Kota Tasikmalaya. Pasalnya, anak pertama buah perkawinan mereka kini telah lahir. Tepatnya tanggal 23 Agustus  1995 sekitar pukul 23.50 WIB.  Kemudian mereka sepakat memberikan nama sekaligus do’a bagi si bayi mungil itu Fawaz Muhammad Sidiqi yang dapat diartikan pemenang yang benar. Lengkapnya, benar dalam ucapannya, benar dalam akhlaknya, yang berjuang pada  jalan yang benar dan mendapatkan kebahagiaan aatau kemenangan yang benar(baca: surga).
                Sekitar 3 tahun kemudian, bayi yang beranjak menjadi balita itu pun didaftarkan sebagai seorang siswa TK Riyadlushshorfiyyah sebagai langkah awal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar dapat merealisasikan do’anya itu. Di TK ini, mulailah terlihat bakat dan potensi balita tersebut yang terrepresentasikan dari nilai sang balita tersebut. Setelah hampir 2 tahun bercengkrama dan belajar di dunia TK, mereka pun sependapat untuk tetap menyekolahkan anak pertamanya itu ke sekolah yang berada masih tidak jauh dari rumahnya. Sebuah sekolah yang menjadi sekolah kedua orang tuanya juga. Bahkan, Kakek balita tersebut merupakan mantan kepala sekolah sekolah tersebut. Pantaslah, sekolah itu tidak terlalu asing baginya. Sekolah itu bernama Madrasah Ibtidaiyyah(MI)  Persatuan Umat Islam (PUI) Awiluar. Di sekolah tersebut, bakat dan potensi anak tersebut semakin hari, semakin terasah. Ini kembali terbukti dari selama 6 tahun anak tersebut bersekolah di MI tersebut, hanya satu kali absen sebagai peringkat ke-1 di kelas juga angkatannya.

5 Januari 2012

Nyanyian PSSI

tak perlu kau tanya lagi
siapa pemilik PSSI
kau tahu...
Indonesia

semuanya telah dia beri
dengan kesungguhan hati
untuk PSSI..
untuk PSSI

tolong lihat kami
jawab pertanyaan kami

Mau dibawa kemana PSSI kita...
jika kau terus menunda-nunda
tanpa ada kompetesi pasti

Mau dibawa kemana PSSI kita

14 Desember 2011

my jurnal


Apa Kabar Pendidikan?
Jika bertanya tentang pendidikan agaknya tidak akan terlepas dari peran pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (kemendiknasbud). Memang setelah keputusan Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang diumumkan pada tanggal 18 oktober silam, kebudayaan kembali lagi bersatu dengan Kemendiknas. Maka dalam sambutannya pada hari senin (12/12) kemarin, di Gedung A, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Muhammad Nuh berkata bahwa perlu adanya sistem pembangunan budaya agar memperkaya pandangan budaya.  dikatakan juga bagi sistem pendidikan, sudah ada sekitar 57 juta anak pertahun yang  masuk dalam sistem pendidikan.
Selain itu, belum lama-lami ini, depdiknasbud memberikan penghargaan kepada 23 orang yang dianggap peduli pendidikan. Tepatnya pada hari senin (12/12) kemarin.ada lima kategori yang diberikan yaitu (1) Kabupaten/Kota, untuk daerah yang berhasil memenuhi anggaran pendidikan 20%, serta kelancaran penyaluran dana BOS; (2) Yayasan, kepada yayasan nirlaba atau kelompok masyarakat yang berperan aktif memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan; (3) Individual dan Inovator Pendidikan, untuk sosok yang terbukti memberikan sumbangan berarti bagi kemajuan pendidikan serta memiliki gagasan dan inovasi yang diterima masyarakat; (4) Acara Televisi Edukasi, untuk acara televisi yang bersifat mendidik dan memiliki nilai-nilai pendidikan karakter, dan (5) Perusahaan, kepada perusahaan yang peduli terhadap pendidikan dengan kegiatan memberikan beasiswa, kesempatan belajar bagi karyawan, serta membangun sarana pendidikan.
Untuk Kategori Kabupaten/Kotamadya penghargaan diberikan kepada Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah; Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah; Kabupaten Gorontalo, Gorontalo; dan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Untuk Kategori Yayasan, diperoleh Nusa Tenggara Centre, Nusa Tenggara Barat; PT. Bumitama Gunajaya Agro, Kalimantan Tengah; Muslimat NU, Jawa Timur; dan Aisyiyah, DKI Jakarta.
Untuk Kategori Individual dan Inovator Pendidikan diperoleh Ibu Karli dari Surabaya; John Ndalu dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur; Siti Fauzanah dari Temanggung, Jawa Tengah; dan Dian Inggrawati dari DKI Jakarta.
Untuk Kategori Acara Televisi Edukasi, diperolah Kick Andy, Metro TV; Ranking 1, Trans TV; Si Bolang, Trans 7; dan Aku Ingin Sekolah, B Channel.
Sedangkan untuk Kategori Perusahaan, diperoleh Garuda Indonesia, Perusahaan Gas Negara, Indofood, Semen Gresik, CIMB Niaga, PT. Timah, dan ExxonMobil.
Di dunia pendidikan menengah, setelah beberapa tahun lalu wajib belajar (wajar) 9 tahun sudah dijalankan, maka kali ini depdiknasbud sedang merintis wajar 12 tahun tepatnya sampai jenjang Sekolah Menengah Atas / sederajat.

my jurnal


Al-Muttaqin, bernarkah?
Apa kabar SMA Al-Muttaqin? Bagaimana keadaanmu sekarang?. Tentunya kita selalu mengharapkan agar tercapainya Al-Muttaqin yang lebih baik lagi. Tapi, apakah memang siswa Al-Muttaqin menuju kea rah demikian? Kita sendiri agaknya dapat menyimpulkan jawaban masing-masing mengenai pertanyaan ini.
Memang, setelah memasuki tahun ajaran baru tepatnya tahun ajaran 2011/2012 beberapa sistem yang kurang baik pada tahun sebelumnya mulai dibenahi oleh pihak sekolah. Dan terdapat banyak perubahan yang positif juga dari siswa SMA AMQ ini. Namun, selain perubahan yang positif itu, terdapat banyak penurunan-penurunan sikap dari siswa SMA AMQ jika diperbandingannya dengan tahun-tahun sebelumnya. Diantara beberapa hal yang berkurang itu, salahsatunya ialah nilai agamis atau religious AMQ kini mulai berkurang. Terlihat setelah semakin banyaknya siswa yang sekarang dapat dengan leluasa berinteraksi diluar batas antara ikhwan ataupun akhwat yang lebih dikenal dengan ‘pacaran’. Selain itu, tingkat penghuni aktif sholat berjamaah dzuhur dan ashar pada setiap harinya pun mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Akhlak sehari-hari baik dari segi tingkah laku ataupun ucapan mengalami penurunan kualitas, kini seringkali terdengar kata-kata yang tidak mencerminkan seorang yang Muttaqin keluar dari beberapa siswa SMA Al-Muttaqin.
Selain pergaulan di sekolah, pergaulan diluar sekolah pun terjadi penurunan sikap. Dari arena dunia maya, semakin pesatnya perkembangan dunia maya membuat beberapa siswa AMQ pun tak lepas dari perkembangan itu. Sebenarnya ada juga yang memanfaatkannya dengan hal yang positif namun sekarang banyak siswa yang kurang dapat mencerminkan bagaimana siswa yang muttaqin itu. Contohnya dengan mengumbar aurat pada beberapa layanan social network, yang tentunya tidak dapat dikatakan baik.
Maka demi terwujudnya sekolah yang bercirikan muttaqin, tentunya perlu ada perubahan menuju arah yang lebih baik dari berbagai unsure baik itu pihak sekolah maupun siswa, mengutip perkataan AA Gym, dengan 3m maka rasanya perlu kita terapkan.
“mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil, mulai dari sekarang”.

13 Desember 2011

syirkah


MAKALAH
PERJANJIAN KERJASAMA DALAM ISLAM (SYIRKAH)


DITUJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS UJIAN PRAKTEK MATA PELAJARAN FIQIH
SMA AL-MUTTAQIN
Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 140 Tasikmalaya
Dibuat oleh :
1.     Fawaz Muhamad Sidiqi (11IPA 3)
2.     Lugina Nasrul (11 IPA 3)



Kata Pengantar
            Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke Hadirat Ilahi Rabbi, yang telah memberikan kekuatan dan kekuasaan kepada penulis sehingga mampu menyelesaikan tulisan ini.
            Selanjutnya penulis ucapkan terimakasih atas bimbingan Bapak Ikmal selaku guru mata pelajaran fiqih kami selama ini. Kami haturkan makalah ini sebagai pelengkap tugas penulis, besar harapan kritik atau saran dari Bapak tentang makalah ini dapat disampaikan kepada penulis, sehingga menjadi pelajaran agar tidak terulang lagi dimasa mendatang.
            Selanjutnya penulis mengucapkan selamat membaca bagi para pembaca, semoga tulisan ini dapat bermanfaat, dapat menjadikan motivasi ataupun motivasi pembaca.
            Terakhir penulis ucapkan permohonan maaf apabila terdapat banyak kekurangan ataupun kekeliruan dalam penulisan ini, semoga kekurangan ataupun kekeliruan yang disampaikan itu dapat menjadi pelajaran bagi kami selaku penulis.












Tasikmalaya, 13 Desember 2011
Penulis

BAB I
PENGERTIAN, HUKUM, RUKUN DAN SYARAT SYIRKAH
Pengertian Syirkah
Kata syirkah dalam bahasa Arab berasal dari kata syarika (fi’il mâdhi), yasyraku (fi’il mudhâri‘), syarikan/syirkatan/syarikatan (mashdar/kata dasar); artinya menjadi sekutu atau serikat (Kamus Al-Munawwir, hlm. 765). Kata dasarnya boleh dibaca syirkah, boleh juga dibaca syarikah. Akan tetapi, menurut Al-Jaziri dalam Al-Fiqh ‘alâ al-Madzâhib al-Arba‘ah, 3/58, dibaca syirkah  lebih fasih (afshah).
Menurut arti asli bahasa Arab (makna etimologis), syirkah berarti mencampurkan dua bagian atau lebih sedemikian rupa sehingga tidak dapat lagi dibedakan satu bagian dengan bagian lainnya (An-Nabhani, 1990: 146). Adapun menurut makna syariat, syirkah adalah suatu akad antara dua pihak atau lebih, yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan. (An-Nabhani, 1990: 146).
Hukum dan Rukun Syirkah
Syirkah hukumnya jâ’iz (mubah), berdasarkan dalil Hadis Nabi saw. berupa taqrîr (pengakuan) beliau terhadap syirkah. Pada saat beliau diutus sebagai nabi, orang-orang pada saat itu telah bermuamalah dengan cara ber-syirkah dan Nabi saw. membenarkannya. Nabi saw. bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra.:
Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua pihak yang ber-syirkah selama salah satunya tidak mengkhianati yang lainnya. Kalau salah satunya berkhianat, Aku keluar dari keduanya. (HR Abu Dawud, al-Baihaqi, dan ad-Daruquthni).

SMA AL-MUTTAQIN Borong Juara

Speedy Creative Web Design Competition (SCWDC), Merupakan suatu ajang untuk mengembangkan dan sekaligus menyalurkan bakat peserta didik dalam membuat design berbasis web di zaman yang berbasis Teknologi Informasi, diharapkan generasi penerus bangsa Indonesia jangan sampai ketinggalan atau hanya menjadi penikmat teknologi tapi bagaimana untuk generasi kedepannya menjad pembuat teknologi.