Pages

Labels

slide

12 Mei 2013

Sepenggal Hikmah


Karena kita hidup, maka hidipulah hidup ini dengan kehidupan bukan dengan kematian.
Karena kita hidup, maka kuatkanlah hidup ini dengan kekuatan bukan dengan kelemahan.
Karena kita hidup, maka indahkanlah hidup ini dengan keindahan bukan dengan keburukan.
Karena kita hidup, maka pahamilah hidup ini dengan ilmu bukan dengan nafsu.
Karena kita hidup, maka sibukanlah hidup ini dengan kebaikan bukan dengan keburukan.
Karena kita hidup, maka baguskanlah hidup ini dengan keikhlasan bukan dengan keriya’an.
Karena kita hiudp, maka sempurnakanlah hidup ini dengan keistiqomahan bukan dengan kefuturan.
Karena kita hidup, maka bangunlah hidup ini dengan hikmah bukan dengan amarah.
Karena kita hidup, maka serahkanlah hidup ini kepada Yang Maha Hidup.
Ya, Karena kita hidup…

5 April 2013

UNJ? Siapa Takut...




UN Jujur, Siapa Takut?
(dimuat dalam Surat Kabar Priangan edisi 9 april 2013 dalam rubrik sabasakola)



Ujian Nasional (UN) kembali menjadi topik perbincangan yang menarik bagi beberapa kalangan. Bukan hanya bagi para civitas pendidikan, sebagian masyarakat lainnya yang memiliki kepentingan, baik media massa maupun para pejabat pemerintah negeri ini pun tidak henti-hentinya memperbicangkan UN.
Di satu sisi, ada beberapa pihak yang tidak setuju dengan diadakannya UN. Salah satu alasannya ialah belum tercapainya pemerataan pendidikan di Indonesia. Namun di sisi lainnya, ada juga yang tetap setuju dengan dijalankannya UN ini. Karena dianggap sebagai suatu sarana evaluasi yang baik dan suatu ujian untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. “karena sistem pendidikan di Indonesia yang berjenjang, maka sudah seharusnya ada suatu ujian yang harus dilalui peserta didik, untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi” jelas Pak In In, wakasek Kurikulum SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya.
Bagi peserta didik, khususnya kelas 9 dan kelas 12, UN tahun ini menjadi teror tersendiri. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang menambah jumlah paket UN menjadi 30 paket dan memakai barcode, yang berarti setiap peserta didik tidak mengetahui kode soal yang diterimanya.
Bagi beberapa peserta didik yang memang telah berkomitmen untuk jujur dengan kemampuan pribadinya, hal ini justru menjadi suatu keuntungan, yang membuat mereka semakin percaya diri menghadapi UN. Namun, bagi beberapa peserta didik yang memiliki pemikiran negatif, hal ini menjadi suatu masalah yang sangat serius. Pasalnya, siasat-siasat negatif atau kesempatan untuk berprilaku curang pada UN kali ini semakin kecil.

8 Maret 2013

iman yang kuat dan taqwa yang hebat.


khutbah jum'at kali ini terasa  lebih istimewa. Dengan materi yg luar biasa mengenai iman yang kuat dan taqwa yang hebat, serta keberkahan yang harus selalu kita harapkan.

Iman yang kuat merupakan suatu ciri ketika kita sudah memiliki pendirian yang kuat tentang Ke-Esa-an Allah SWT. ketika kita sudah mampu memiliki keyakinan yang kuat tentang "laa ilaa ha illallah".

taqwa yang hebat merupakan akibat dari iman yang kuat. Jadi, ketika iman kita sudah hebat, maka ketaqwaan pun akan tercermin sebagai representasi dari keimanan kita tersebut.

kemudian, ada enam keberkahan yang harus selalu kita harapkan.
1. keberkahan dalam umur
2. Keberkahan dalam rezeki
3. Keberkahan dalam makanan
4. Keberkahan dalam keluarga
5. Keberkahan dalam Keturunan
6. Keberkahan dalam Anggota badan kita.

semoga keimanan dan ketaqwaan serta keberkahan, terlimpah kepada diri kita semua. aamiin

6 Februari 2013

ADM

Anak Daerah yang Menyejarah
Terlahir dari sebuah keluarga yang “terpandang” di suatu kabupaten, yang memiliki luas wilayah tidak lebih dari 300 Ha, di daerah selatan Jawa Barat, Acep Zamzam Noor membuktikan bahwa orang daerah pun bisa membuat sejarah. 
Acep Zamzam Noor lahir pada tahun-tahun akhir kepengurusan Kabinet Soekarno, tepatnya pada tanggal 28 Februari 1960. Ayahnya ialah K.H Ilyas Ruhiyat, seorang ulama kharismatik di Pondok Pesantren Cipasung dan Ibunya ialah Euis Nurhayati dan dikaruniai lima orang anak dengan Acep Zamzam Noor sebagai anak tertua.
Beliau menghabiskan masa kecilnya di pondok pesantren. Selain di Pondok Pesantren Cipasung, beliau juga menimba ilmu di Pondok Pesantren Asy Syafi’iah, Jakarta, dan menamatkan jenjang SLTA di sana. Kemudian melanjutkan kuliah ke Fakultas Senirupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (1980-1987). Sebelum menerima beasiswa dari Pemerintah Italia untuk tinggal dan berkarya di Perugia, Italia. (1991-1993)

24 Januari 2013

Realisasikan Mimpi...


Realisasikan Mimpi
Ini tentang langkah yang kau tentukan, cara yang kau pakai tuk mencapai sebuah tujuan, apa artinya kaki bila kau tak berjalan, apa guna mata bila tak menatap masa depan.

sumber gambar:
http://kencrenk.com/2010/01/18/4-cara-meraih-mimpi/
Potongan lirik lagu Expresikan dari Bondan and Fade 2 Black diatas, memiliki makna yang dalam dan bisa dijadikan bahan evaluasi untuk (diri) kita, sang pengejar mimpi. Setiap orang tentunya memiliki mimpi. Baik atau buruk, disadari atau tidak dan tertulis atau tidak, saya yakin setiap orang pernah dan memiliki mimpinya masing-masing.

Dalam mewujudkan mimpinya tersebut, setiap orang tentunya memiliki caranya sendiri. Terlepas dari cara tersebut sudah disiapkan atau direncanakan sebelumnya, setidaknya dalam benak seseorang ada strategi-strategi mewujudkan mimpi, yang bisa jadi hanya dirinya sendiri yang tahu.

Namun, ini tentang langkah yang kau tentukan, cara yang kau pakai tuk mencapai sebuah tujuan. Tidak hanya sampai pada tahap menyusun langkah atau hanya mengumpulkan asa. Tapi, bagaimana cara atau langkah tersebut memang benar-benar jalan untuk mewujdukan tujuan kita. Ketepatan dan akurasi. Saya lebih senang menyebutnya seperti itu.

23 Januari 2013

coretan cerita hati


Tentang motivasi dan semangat.

sumber foto :http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2012/03/04/raih-mimpi-itu-selagi-kau-mampu-444017.html
Sebenarnya tulisan di atas merupakan ajang motivasi diri saya pribadi. Karena jujur, saya merasakan suatu keadaan dimana rasa putus asa, penyesalan, menyerah mengenai hasil dan bagaimana cara saya belajar selama ini. 
Sempat beberapa minggu terkahir ini seakan bingung menentukan hendak kemana atau bahkan pilihan PTN mana yang akan saya ambil. Hal tersebut menjadi sesuatu yang cukup rumit bagi saya pribadi. Selain itu, motivasi dan semangat belajar yang menurun pun semakin membuat diri saya seakan frustasi dan putus asa dengan keadaan yang ada.

11 Januari 2013

Selalu Nikmati...


Nikmati saja

Masa terakhir di SMA atau tepatnya kelas 12, mungkin bagi sebagian orang menjadi masa-masa yang rumit. Di mana pada masa inilah, seorang pelajar dituntut untuk dapat memilih kemana dia akan benar-benar melangkah untuk masa depannya.
Jika dianalogikan sebuah balapan, di mana masa-masa sebelum SMA merupakan masa latihan mengendarai, dan masa SMA merupakan tingkatan akhir dari lathan tersebut untuk pada akhirnya di akhir tingkatan nanti memilih jenis balapan, arena balapan, tingkatannya, saingannya dan sebagainya.
Selaku seseorang yang (sedang) mengalami masa kelas 12, saya merasa bahwa pada masa ini sebenarnya kita harus dapat memilih berdasarkan konsideran-konsideran yang tepat mengenai cita-cita, mimpi dan harapan. Karena, kalaupun mungkin bisa ketika kuliah nanti kita berpindah jurusan karena merasa kurang cocok misalnya, maka tentunya akan ada dampak negative, baik dari segi komersil ataupun moril.